Tuesday, March 29, 2011
Monday, March 28, 2011
Ketika jiwa harimau menunjukan jati dirinya dari tubuh domba
Hari senin, 28 maret 2011. Yap, tepatnya kemarin. Kemarin gw menemukan bahwa manusia itu gak bakal bisa menghindar selamanya dari masalah.
Sudah lama gw menghindari adanya tumpahan tinta hitam dalam buku kehidupan gw (yang artinya gw menghindari masalah). Well, bukan bermaksud jelek, gw cuma lebih memilih untuk tidak berkomunikasi dengan orang yang gak gw suka dibanding harus bertengkar atau membuat keributan bahkan saling membenci dan mendendam satu sama lain.
Hari senin kemarin, sang tetua yang mengajarkan salah satu penerapan ilmu ekonomi itu, membagikan hasil dari kuis kami minggu lalu. Cukup mengecewakan melihat hasilnya. Bukan hanya saya yang mendapat angka berdarah, tetapi banyak mahasiswa lain yang bernasib sama.
Mungkin ini sifat dasarku yang gak bisa selalu mengikuti arus kehidupan. Gw ditakdirkan hidup sebagai manusia, bukan sebagai ikan yang mengikuti arus air (bahkan ikan sekalipun bisa melawan arus yang deras, mengapa manusia tidak bisa?). Karena tidak dapat menerima guratan tinta sang tetua, saya pun mengusahakan untuk mendapatkan hak saya yang sesungguhnya.
"Pak, jangan pelit pelit nilai dong." Sambil tersenyum dan merayu, aku berujar demikian. Namun, gw tidak pernah menyangka apa yang keluar dari bibir asian berlogat daerah itu. Dia langsung membalas perkataan ku dengan kalimat "saya memang pelit nilai kok, kamu gak tahu?"
Jiwa harimau dalam kedok domba ini pun tidak dapat ditahan. Aku mencurangi kertas jawaban kuis ku, dan aku langsung membuatnya seolah olah bersalah. Awalnya, gw hendak memaklumi nilai jelek yang diberikan itu. Tapi, berkat kata kata mutiara yang diucapkan untuk membalas permintaan ku itu, aku jadi tidak bisa menahan semuanya.
Sampai detik tersebut, saya berhasil mengubah angka 67 menjadi 71. Tak berhenti sampai disitu. Harimau inipun semakin licik setelah melihat hasil jawaban teman yang lain. Aku terus mencari dan mengubah segumpalan kalimat pada kuis ku, dan aku hendak melakukan hal yang sama pada akhir pelajaran.
Teman ku, sang petinggi di BNEC pun ingin memprotes hak-nya, maka kami menemui sang pengajar di akhir mata kuliah. Ternyata bukan tinggal kami bertiga saja (saya, teman saya dan dosen). Ada seorang pemuda dengan paras yang bisa di bilang "tidak baik", ingin menjadi pahlawan bagi sang dosen dimalam itu.
Bagaikan penasihat yang terus membantu sang pangeran, kata kata sang pemuda terus dituturkan untuk melawan kami. Sejujur jujurnya, saya sangat bingung dengan kata katanya. Apakah dia sudah menyerah akan keadaan, atau dia hanya mencari celah dalam hati dosen agar ia bisa masuk lalu mengendalikan sang dosen, dari dalam?
Saya bingung akan setiap kalimat, kata, dan huruf yang ia tuturkan. Semua berpaku pada, "lebih baik perbaikan dibanding evaluasi yang telah terjadi".
Saya tahu pendidikannya tinggi dan dia pun bukan manusia bodoh, tetapi mengapa dia tidak paham, bahwa di setiap perbaikan, pasti diawali dengan evaluasi.
APA YANG HENDAK DI PERBAIKI JIKA KITA TIDAK TAHU KESALAHAN KITA? (Oke, bagi yang setuju akan kalimat gw barusan, boleh komentar di bawah hehe)
Sang penasihat cukup membuat gw naik pitam dalam hitungan millisecond. Pada akhirnya nilai saya kembali dinaikan, dari 71 menjadi 78, dan saya langsung mengacuhkan keberadaan sang "penolong dosen".
Tidak berhenti sampai sana aksinya, ketika kawan ku menanyakan jawabannya, sang pria berparas "tidak baik" itu pun kembali berkoar. Dan kali ini dia sedikit banyak berhasil mengecoh hati sang pemberi nilai buruk. Dosen tidak mau menambahkan poin kedalam hasil kuis temanku.
Saya mengajak temanku untuk keluar. Jiwa sang domba kembali muncul untuk menenangkan hati temannya.
Tiba tiba suara penawaran surga keluar dari mulut iblis berbunyi, "oke lah, saya akan bantu kalian, tapi jangan bilang siapa siapa lagi ya." Dibumbui dengan sedikit korupsi, kemudian dia pun langsung menambahkan nilai untuk temanku dan "yang bukan temanku" disana.
Well, karena yang dibantu disana hanya temanku dan "yang bukan temanku", berarti gw tidak termaksud kedalam kata "kalian" yang dikeluarkan oleh sang dosen. It meant, gw boleh dong mengungkapkan kejadian serta isi hati gw di sini.
Untuk kali ini gw rasa problems bisa di closed untuk sementara. Tapi benak gw tetap bertanya hingga sekarang.
APA YANG DIPIKIRKAN OLEH MAHASISWA ITU HINGGA DIA LEBIH MEMIHAK PADA SANG DOSEN YANG TELAH MEMBERINYA NILAI BURUK ITU?
APA MANUSIA SEKARANG LEBIH MEMILIH UNTUK BERPASRAH PADA KEADAAN SAJA?
Manusia diberikan akal budi dan naluri untuk memahami mana kesalahan dan kebenaran. Gunakanlah hal itu, jangan sampai Sang Pencipta menyesal telah memberikan hal tersebut pada kita (umat manusia).
Barang siapa yang menanam karma baik dalam langkah hidupnya, maka musibah akan menjauh darinya walaupun rezeki belum tiba.
Sebaliknya, barang siapa yang menanam karma buruk dalam langkah hidupnya, maka rezeki akan menjauh walaupun musibah belum tiba.
Sudah lama gw menghindari adanya tumpahan tinta hitam dalam buku kehidupan gw (yang artinya gw menghindari masalah). Well, bukan bermaksud jelek, gw cuma lebih memilih untuk tidak berkomunikasi dengan orang yang gak gw suka dibanding harus bertengkar atau membuat keributan bahkan saling membenci dan mendendam satu sama lain.
Hari senin kemarin, sang tetua yang mengajarkan salah satu penerapan ilmu ekonomi itu, membagikan hasil dari kuis kami minggu lalu. Cukup mengecewakan melihat hasilnya. Bukan hanya saya yang mendapat angka berdarah, tetapi banyak mahasiswa lain yang bernasib sama.
Mungkin ini sifat dasarku yang gak bisa selalu mengikuti arus kehidupan. Gw ditakdirkan hidup sebagai manusia, bukan sebagai ikan yang mengikuti arus air (bahkan ikan sekalipun bisa melawan arus yang deras, mengapa manusia tidak bisa?). Karena tidak dapat menerima guratan tinta sang tetua, saya pun mengusahakan untuk mendapatkan hak saya yang sesungguhnya.
"Pak, jangan pelit pelit nilai dong." Sambil tersenyum dan merayu, aku berujar demikian. Namun, gw tidak pernah menyangka apa yang keluar dari bibir asian berlogat daerah itu. Dia langsung membalas perkataan ku dengan kalimat "saya memang pelit nilai kok, kamu gak tahu?"
Jiwa harimau dalam kedok domba ini pun tidak dapat ditahan. Aku mencurangi kertas jawaban kuis ku, dan aku langsung membuatnya seolah olah bersalah. Awalnya, gw hendak memaklumi nilai jelek yang diberikan itu. Tapi, berkat kata kata mutiara yang diucapkan untuk membalas permintaan ku itu, aku jadi tidak bisa menahan semuanya.
Sampai detik tersebut, saya berhasil mengubah angka 67 menjadi 71. Tak berhenti sampai disitu. Harimau inipun semakin licik setelah melihat hasil jawaban teman yang lain. Aku terus mencari dan mengubah segumpalan kalimat pada kuis ku, dan aku hendak melakukan hal yang sama pada akhir pelajaran.
Teman ku, sang petinggi di BNEC pun ingin memprotes hak-nya, maka kami menemui sang pengajar di akhir mata kuliah. Ternyata bukan tinggal kami bertiga saja (saya, teman saya dan dosen). Ada seorang pemuda dengan paras yang bisa di bilang "tidak baik", ingin menjadi pahlawan bagi sang dosen dimalam itu.
Bagaikan penasihat yang terus membantu sang pangeran, kata kata sang pemuda terus dituturkan untuk melawan kami. Sejujur jujurnya, saya sangat bingung dengan kata katanya. Apakah dia sudah menyerah akan keadaan, atau dia hanya mencari celah dalam hati dosen agar ia bisa masuk lalu mengendalikan sang dosen, dari dalam?
Saya bingung akan setiap kalimat, kata, dan huruf yang ia tuturkan. Semua berpaku pada, "lebih baik perbaikan dibanding evaluasi yang telah terjadi".
Saya tahu pendidikannya tinggi dan dia pun bukan manusia bodoh, tetapi mengapa dia tidak paham, bahwa di setiap perbaikan, pasti diawali dengan evaluasi.
APA YANG HENDAK DI PERBAIKI JIKA KITA TIDAK TAHU KESALAHAN KITA? (Oke, bagi yang setuju akan kalimat gw barusan, boleh komentar di bawah hehe)
Sang penasihat cukup membuat gw naik pitam dalam hitungan millisecond. Pada akhirnya nilai saya kembali dinaikan, dari 71 menjadi 78, dan saya langsung mengacuhkan keberadaan sang "penolong dosen".
Tidak berhenti sampai sana aksinya, ketika kawan ku menanyakan jawabannya, sang pria berparas "tidak baik" itu pun kembali berkoar. Dan kali ini dia sedikit banyak berhasil mengecoh hati sang pemberi nilai buruk. Dosen tidak mau menambahkan poin kedalam hasil kuis temanku.
Saya mengajak temanku untuk keluar. Jiwa sang domba kembali muncul untuk menenangkan hati temannya.
Tiba tiba suara penawaran surga keluar dari mulut iblis berbunyi, "oke lah, saya akan bantu kalian, tapi jangan bilang siapa siapa lagi ya." Dibumbui dengan sedikit korupsi, kemudian dia pun langsung menambahkan nilai untuk temanku dan "yang bukan temanku" disana.
Well, karena yang dibantu disana hanya temanku dan "yang bukan temanku", berarti gw tidak termaksud kedalam kata "kalian" yang dikeluarkan oleh sang dosen. It meant, gw boleh dong mengungkapkan kejadian serta isi hati gw di sini.
Untuk kali ini gw rasa problems bisa di closed untuk sementara. Tapi benak gw tetap bertanya hingga sekarang.
APA YANG DIPIKIRKAN OLEH MAHASISWA ITU HINGGA DIA LEBIH MEMIHAK PADA SANG DOSEN YANG TELAH MEMBERINYA NILAI BURUK ITU?
APA MANUSIA SEKARANG LEBIH MEMILIH UNTUK BERPASRAH PADA KEADAAN SAJA?
Manusia diberikan akal budi dan naluri untuk memahami mana kesalahan dan kebenaran. Gunakanlah hal itu, jangan sampai Sang Pencipta menyesal telah memberikan hal tersebut pada kita (umat manusia).
Barang siapa yang menanam karma baik dalam langkah hidupnya, maka musibah akan menjauh darinya walaupun rezeki belum tiba.
Sebaliknya, barang siapa yang menanam karma buruk dalam langkah hidupnya, maka rezeki akan menjauh walaupun musibah belum tiba.
Sunday, March 27, 2011
stupid tree with a precious leaf
“Pohon”
orang2 memanggilku “pohon” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon.
aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.
aku telah berpacaran sebanyak 5 kali.
ada satu wanita yang sangat aku cintai. tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya.
dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy.
dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi.dia hanya wanita biasa saja.
aku menyukainya..sangat menyukainya..gayanya yang innocent dan apa adanya. kemandiriannya, kepandaiannya, dan kekuatannya.
alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku. aku takut…jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang.
aku takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya.
aku merasa dia adalah “sahabatku”.
aku akan memilikinya tiada batasnya.tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia.
alasan yang terakhir. membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini.
dia tau aku mengejar gadis2 lain dan aku telah membuatnya menangis selama 3 tahun. ketika aku mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya. dia hanya tersenyum dengan berwajah merah. ”lanjutkan saja” katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami.
esoknya, matanya bengkak dan merah. aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis. aku hanya tertawa dan bercanda dengannya seharian di ruang itu. di sudut ruang itu dia menangis. dia tidak tau bahwa aku kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.
hampir 1 jam kulihat dia menangis disana. pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. pernah sekali mereka berdua perang dingin, aku tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. tapi aku masih tetap bersama pacarku. aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget.
aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku. esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. aku tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia.
aku juga sedih. ketika aku putus dengan pacarku yang ke 5, aku mengajaknya pergi. setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku.
aku cerita tentang putusnya aku dengan pacarku. dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. aku tau pria itu, dia sering mengejarnya selama ini. pria yang baik, penuh energi dan menarik.
aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, aku hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya. seperti ada batu yang sangat berat di dadaku. aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak. namun apa daya, air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya.
sudah sering aku melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. handphone ku bergetar. ternyata ada sms masuk. sms itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis. sms itu berbunyi, “daun terbang karena angin bertiup atau karena pohon tidak memintanya untuk tinggal ?”
“daun”
aku suka mengoleksi daun-daun, kenapa?
karena aku merasa bahwa daun untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.
selama 3 tahun aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “sahabat”. tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya. aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya – cemburu.
perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan lemon. hal itu seperti 100 butir lemon busuk. mereka hanya bersama selama 2 bulan. ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya.
tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi. aku menyukainya dan aku tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya?
jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah? ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih.
waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa. aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. tapi, mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman? menyukai seseorang sangat menyusahkan hati.
aku tahu kesukaannya dan kebiasaannya. tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui. kau tidak mengharapkan aku seorang wanita untuk mengatakannya bukan? diluar itu, aku mau tetap disampingnya, memberinya perhatian, menemani, dan mencintainya. berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku.
hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam. mengharapkannya mengirimiku sms. aku tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untukku, karena itu, aku menunggunya.
3 tahun cukup berat untuk kulalui dan aku mau menyerah…kadang aku berpikir untuk tetap menunggu. dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini. akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku, setiap hari dia mengejarku tanpa lelah.
segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku. aku berpikir. apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untuknya?
dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan angin ini ruang yang kecil di hatiku. aku tau angin akan membawa pergi daun yang lusuh jauh dan ke tempat yang lebih baik.
akhirnya aku meninggalkan pohon. tapi pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal. aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.
“daun terbang karena angin bertiup atau karena pohon tidak memintanya untuk tinggal ?”
orang2 memanggilku “pohon” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon.
aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.
aku telah berpacaran sebanyak 5 kali.
ada satu wanita yang sangat aku cintai. tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya.
dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy.
dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi.dia hanya wanita biasa saja.
aku menyukainya..sangat menyukainya..gayanya yang innocent dan apa adanya. kemandiriannya, kepandaiannya, dan kekuatannya.
alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku. aku takut…jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang.
aku takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya.
aku merasa dia adalah “sahabatku”.
aku akan memilikinya tiada batasnya.tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia.
alasan yang terakhir. membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini.
dia tau aku mengejar gadis2 lain dan aku telah membuatnya menangis selama 3 tahun. ketika aku mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya. dia hanya tersenyum dengan berwajah merah. ”lanjutkan saja” katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami.
esoknya, matanya bengkak dan merah. aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis. aku hanya tertawa dan bercanda dengannya seharian di ruang itu. di sudut ruang itu dia menangis. dia tidak tau bahwa aku kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.
hampir 1 jam kulihat dia menangis disana. pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. pernah sekali mereka berdua perang dingin, aku tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. tapi aku masih tetap bersama pacarku. aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget.
aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku. esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. aku tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia.
aku juga sedih. ketika aku putus dengan pacarku yang ke 5, aku mengajaknya pergi. setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku.
aku cerita tentang putusnya aku dengan pacarku. dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. aku tau pria itu, dia sering mengejarnya selama ini. pria yang baik, penuh energi dan menarik.
aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, aku hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya. seperti ada batu yang sangat berat di dadaku. aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak. namun apa daya, air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya.
sudah sering aku melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. handphone ku bergetar. ternyata ada sms masuk. sms itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis. sms itu berbunyi, “daun terbang karena angin bertiup atau karena pohon tidak memintanya untuk tinggal ?”
“daun”
aku suka mengoleksi daun-daun, kenapa?
karena aku merasa bahwa daun untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.
selama 3 tahun aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “sahabat”. tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya. aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya – cemburu.
perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan lemon. hal itu seperti 100 butir lemon busuk. mereka hanya bersama selama 2 bulan. ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya.
tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi. aku menyukainya dan aku tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya?
jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah? ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih.
waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa. aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. tapi, mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman? menyukai seseorang sangat menyusahkan hati.
aku tahu kesukaannya dan kebiasaannya. tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui. kau tidak mengharapkan aku seorang wanita untuk mengatakannya bukan? diluar itu, aku mau tetap disampingnya, memberinya perhatian, menemani, dan mencintainya. berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku.
hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam. mengharapkannya mengirimiku sms. aku tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untukku, karena itu, aku menunggunya.
3 tahun cukup berat untuk kulalui dan aku mau menyerah…kadang aku berpikir untuk tetap menunggu. dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini. akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku, setiap hari dia mengejarku tanpa lelah.
segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku. aku berpikir. apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untuknya?
dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan angin ini ruang yang kecil di hatiku. aku tau angin akan membawa pergi daun yang lusuh jauh dan ke tempat yang lebih baik.
akhirnya aku meninggalkan pohon. tapi pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal. aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.
“daun terbang karena angin bertiup atau karena pohon tidak memintanya untuk tinggal ?”
Thursday, March 24, 2011
Tole harusnya naek kelas
Tole baru masuk SD kelas 1, di hari pertamanya dia sudah protes kepada ibu gurunya.
“Bu.. saya seharusnya duduk di kelas 3”
Ibu guru nya heran “Kenapa kamu yakin begitu..?”
Tole menjawab dengan mantap.
”Soalnya saya lebih pintar dari kakak saya yang sekarang kelas 3..”
Akhirnya bu guru membawa Tole ke ruang kepala sekolah.
Setelah diceritakan oleh bu guru, pak kepala sekolah mencoba menguji Tole dengan berbagai materi pelajaran murid kelas 3 SD..
Kepsek: Berapa 16 dikali 26?
Tole: 416
Kepsek: Perang Diponegoro berlangsung tahun berapa?
Tole: 1825-1830
Kepsek: Siapa penemu lampu bohlam?
Tole: Thomas Alfa Edison
Kepsek: Hewan yang memakan daging dan tumbuhan termasuk golongan apa?
Tole: omnivora
Setelah beberapa pertanyaan, Pak Kepsek bilang ke ibu guru.. “Kelihatannya Tole memang cerdas, saya rasa bisa masuk di kelas 3..”
Tapi ibu guru masih belum yakin… “coba saya tes lagi pak kepsek..” kata bu guru.
Ibu guru: Benda apakah yang huruf pertama nya K.. huruf terakhirnya L.. yang bisa menjadi tegang, bisa lemas..?(mendengar pertanyaan bu guru pak Kepsek melongo kaget..)
Tole: Ketapel..
Ibu guru: OK, sekarang apakah yang huruf pertamanya M.. huruf terakhir K.. di tengah benda itu ada kacangnya?.. (pak kepsek makin melongo.. sambil mengelap keringat di jidatnya..)
Tole: Martabak..
Ibu guru: OK, berikut.. Kegiatan apakah yang biasa dilakukan anak remaja di kamar mandi dengan gerakan yang berulang-ulang.., huruf pertama nya M, huruf terakhir I..? (pak kepsek makin salah tingkah denger pertanyaan bu guru)
Tole: Menggosok Gigi..
Ibu guru: Kegiatan apakah yang biasa dilakukan pria dan wanita yang lagi pacaran di malam hari, huruf pertamanya N, huruf terakhir T.. (pak kepsek nyaris pingsan denger pertanyaan terakhir..)
Tole: Nonton Midnight..
Sebelum bu guru melanjutkan pertanyaan, pak kepsek memotong… ”Ibu guru.. Tole masukin ke kelas 6 aja… saya aja dari tadi salah terus jawab pertanyaan bu guru..
“Bu.. saya seharusnya duduk di kelas 3”
Ibu guru nya heran “Kenapa kamu yakin begitu..?”
Tole menjawab dengan mantap.
”Soalnya saya lebih pintar dari kakak saya yang sekarang kelas 3..”
Akhirnya bu guru membawa Tole ke ruang kepala sekolah.
Setelah diceritakan oleh bu guru, pak kepala sekolah mencoba menguji Tole dengan berbagai materi pelajaran murid kelas 3 SD..
Kepsek: Berapa 16 dikali 26?
Tole: 416
Kepsek: Perang Diponegoro berlangsung tahun berapa?
Tole: 1825-1830
Kepsek: Siapa penemu lampu bohlam?
Tole: Thomas Alfa Edison
Kepsek: Hewan yang memakan daging dan tumbuhan termasuk golongan apa?
Tole: omnivora
Setelah beberapa pertanyaan, Pak Kepsek bilang ke ibu guru.. “Kelihatannya Tole memang cerdas, saya rasa bisa masuk di kelas 3..”
Tapi ibu guru masih belum yakin… “coba saya tes lagi pak kepsek..” kata bu guru.
Ibu guru: Benda apakah yang huruf pertama nya K.. huruf terakhirnya L.. yang bisa menjadi tegang, bisa lemas..?(mendengar pertanyaan bu guru pak Kepsek melongo kaget..)
Tole: Ketapel..
Ibu guru: OK, sekarang apakah yang huruf pertamanya M.. huruf terakhir K.. di tengah benda itu ada kacangnya?.. (pak kepsek makin melongo.. sambil mengelap keringat di jidatnya..)
Tole: Martabak..
Ibu guru: OK, berikut.. Kegiatan apakah yang biasa dilakukan anak remaja di kamar mandi dengan gerakan yang berulang-ulang.., huruf pertama nya M, huruf terakhir I..? (pak kepsek makin salah tingkah denger pertanyaan bu guru)
Tole: Menggosok Gigi..
Ibu guru: Kegiatan apakah yang biasa dilakukan pria dan wanita yang lagi pacaran di malam hari, huruf pertamanya N, huruf terakhir T.. (pak kepsek nyaris pingsan denger pertanyaan terakhir..)
Tole: Nonton Midnight..
Sebelum bu guru melanjutkan pertanyaan, pak kepsek memotong… ”Ibu guru.. Tole masukin ke kelas 6 aja… saya aja dari tadi salah terus jawab pertanyaan bu guru..
Saturday, March 19, 2011
lama tidak nge post
hey bloggers. you know what? i haven't written anythings for 2 last months.
kemarin itu gw sempet kerampokan dan menyebabkan jari kelingking gw terputus pada bagian arteri nya.
okay, forget it now.
sekarang gw udah masuk semester 6 jurusan teknik informatika di Bina Nusantara University, itu artinya gw harus sudah menjalani kerja praktek dan memikirkan bagaimana skripsi gw nantinya.
banyak sekali yang gw panik in di semester ini, selain belum memulai kp, ternyata tugas juga numpuk banget sampe gak ngerti mau mulai kerjain dari mana.
permasalahannya lagi, hp gw hilang, itu artinya gw harus bekerja berkali kali lipat lagi untuk mendapatkan uang dan membeli yang baru.
tapi gw udah dapet hp yang baru sih, berkat usaha kemarin kemarin hehe.
well, sebenernya banyak banget yang gw pengen ceritakan, hanya saja karena kebanyakan gw jadi males untuk mengetikkannya semua.
untuk tambahan, supaya membuktikan kalo gw gak bohong atas kejadian perampokan itu, ini buktinya
ini tangan gw pasca kejadian perampokan kemarin, tapi sekarang udah baikan
sekian dulu deh untuk artikel kali ini. maaf kalo terlalu berantakan dan gak jelas.
jangan lupa untuk selalu hati hati, makin banyak orang di dunia ini yang menginginkan hal secara instant sampai sampai nyawa orang dianggap setara dengan barang murahan yang tidak berharga. we must find the way to change this world.
kemarin itu gw sempet kerampokan dan menyebabkan jari kelingking gw terputus pada bagian arteri nya.
okay, forget it now.
sekarang gw udah masuk semester 6 jurusan teknik informatika di Bina Nusantara University, itu artinya gw harus sudah menjalani kerja praktek dan memikirkan bagaimana skripsi gw nantinya.
banyak sekali yang gw panik in di semester ini, selain belum memulai kp, ternyata tugas juga numpuk banget sampe gak ngerti mau mulai kerjain dari mana.
permasalahannya lagi, hp gw hilang, itu artinya gw harus bekerja berkali kali lipat lagi untuk mendapatkan uang dan membeli yang baru.
tapi gw udah dapet hp yang baru sih, berkat usaha kemarin kemarin hehe.
well, sebenernya banyak banget yang gw pengen ceritakan, hanya saja karena kebanyakan gw jadi males untuk mengetikkannya semua.
untuk tambahan, supaya membuktikan kalo gw gak bohong atas kejadian perampokan itu, ini buktinya
ini tangan gw pasca kejadian perampokan kemarin, tapi sekarang udah baikan
sekian dulu deh untuk artikel kali ini. maaf kalo terlalu berantakan dan gak jelas.
jangan lupa untuk selalu hati hati, makin banyak orang di dunia ini yang menginginkan hal secara instant sampai sampai nyawa orang dianggap setara dengan barang murahan yang tidak berharga. we must find the way to change this world.
Subscribe to:
Comments (Atom)