Saturday, December 18, 2010

Misteri Di Bidang Sains

     Walaupun peradaban manusia dan ilmu pengetahuan sudah mengalami kemajuan yang begitu pesat, namun beberapa beberapa hal masih menyisakan pertanyaan dan teka-teki.
     Berikut ini adalah misteri-misteri dikompilasi oleh situs LiveSience, yang hingga kini masih belum bisa dipecahkan oleh ‘pisau bedah’ ilmu pengetahuan murni.

9. Apa yang terjadi saat gempa bumi terjadi?
     Hingga kini manusia masih belum mengetahui apa yang terjadi ketika gempa bumi berlangsung. Padahal gempa bumi terjadi di dalam perut planet bumi, tepat di bawah kaki kita sendiri.
     Hingga kini para pakar hanya bisa menjelaskan dari mana gempa bersumber dan patahan apa yang terlibat dalam peristiwa gempa tersebut, atau mungkin hanya memprediksi sampai kapan gempa susulan akan berlangsung.
     Namun sampai kini mereka tak bisa secara pasti menjelaskan apa yang terjadi di dalam bumi ketika gempa berlangsung. Sifat dan perilaku kekuatan yang membuat patahan-patahan terus bergerak hingga kemudian akhirnya terjadi gempa hingga kini masih menjadi misteri.
     “Masalah pergeseran pada gempa adalah salah satu hal yang paling dasar dari semua ilmu tentang kebumian. Namun itu masih menjadi cerita misteri yang berusia 30 tahun, yang belum terpecahkan,” ujar Tom Heaton, seorang pakar geofisika dari Caltech.

8. Siapa Anda?
     Kesadaran alamiah yang dimiliki manusia selama ini, masih membingungkan bagi para psikolog dan ilmuwan di bidang kognitif. Bagian dari jawaban pertanyaan mendasar di atas ada yang menjawab dengan sederhana: sesuatu yang memicu kita melakukan sesuatu, sudah menyatu dengan jaringan syaraf manusia.
     Walaupun kita mengira bahwa apa yang kita lakukan adalah kehendak bebas, namun setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia juga dipengaruhi oleh proses tak sadar dan lingkungan sekitar.
     Dan, bagaimana kita membuat sebuah keputusan secara sadar sehingga membuat manusia memiliki akal selain jiwa? Nah ini yang masih menjadi misteri.

7. Bagaimana kehidupan bisa terjadi di bumi?
     Manusia telah menemukan bukti-bukti awal tentang adanya kehidupan kuman sederhana di bumi sejak sekitar 3 miliar tahun yang lalu. Namun, bagaimana kemudian kejadian awal dari kehidupan mahluk lain di bumi, hingga kini belum diketahui.
     “Banyak teori dari asal kehidupan yang ditawarkan, namun sangat sulit untuk diterima dan dibuktikannya.” kata Diana Northup, Cave Biologist dari University of New Mexico.

6. Bagaimana otak bekerja?
     Hingga kini, belum ada yang bisa menjelaskan bagaimana otak manusia bekerja. Dengan miliaran neuron dan masing-masing neuron memiliki ribuan koneksi, otak memang sangat sulit untuk diteliti.
     “Kita semua berfikir bahwa kita bisa memahami otak kita, setidaknya melalui pengalaman kita sendiri. Padahal, pengalaman subyektif kita adalah panduan yang minim untuk menentukan bagaimana otak bekerja,” ujar Scott Huettel, pakar dari Center for Cognitive Neuroscience dari Duke University.
     Hingga kini peneliti belum bisa menentukan bagaimana neuron-neuron membentuk jaringan fungsional ketika manusia sedang belajar, mengingat, atau melakukan aktivitas lainnya, termasuk saat melihat, mendengar, bergerak, atau saat tengah dimabuk cinta.

5. Di mana bagian alam semesta lainnya?
     Manusia memiliki banyak keterbatasan saat hendak meneliti alam semesta. “Itu disebut juga sisi kelam dari alam semesta,” kata Michael Turner, seorang pakar kosmologi dari University of Chicago. Menurut dia misteri terbesar dari alam semesta adalah materi gelap dan energi gelap.
     Walaupun para peneliti berusaha keras untuk mengeksplorasi hingga ke luar angkasa yang terjauh dan ke perut bumi yang terdalam, namun, diperkirakan baru 4 persen dari materi dan energi yang ditemukan. Sementara 96 persen lainnya masih belum bisa diketahui.

4. Apa yang menyebabkan gravitasi?
     Walaupun gravitasi telah dipelajari sejak zaman Newton, namun bidang ini masih sedikit sekali diketahui oleh manusia. Gravitas tidak bisa dijelaskan oleh mode standar fisika. Para teoretisi meyakini gravitasi mungkin ada kaitannya dengan partikel kecil yang tak bermassa bernama graviton yang menimbulkan gaya gravitasi.
     “Gravitasi sama sekali berbeda dengan gaya lain yang bisa dideskripsikan dalam model standar,” kata Mark Jackson, pakar fisika teori dari Fermilab di Illinois AS.”Saat Anda mengerjakan perhitungan interaksi gravitasional kecil, maka Anda akan mendapat jawaban yang ngawur. Matematika sama sekali tak bisa bekerja,” kata dia.

3. Benarkah ada Teori Segalanya?
     Para pakar biasanya memiliki standar model yang cukup baik untuk mendefinisikan segala sesuatu di alam semesta hingga ke bagian partikel terkecil, mulai dari magnetisme hingga ke atom-atom yang menyusunnya dan bagaimana mereka bisa tetap stabil.
     Model standar ini memandang partikel-partikel menjadi titik-titik yang sangat kecil, yang beberapa di antaranya mengandung gaya dasar. Hanya saja, kelemahan dari model standar tadi, adalah kegagalannya untuk melakukan perhitungan terhadap gravitasi dan energi yang sangat tinggi.
     Nah, bila ada sebuah teori yang bisa secara konsisten menyertakan dua hal tadi ke dalam pemodelannya, maka teori fisika yang universal akan benar-benar dapat terwujud. Sayangnya, banyak peneliti menganggap hal itu tak akan pernah tercapai.

2. Apakah Alien memang benar-benar ada?
     Adalah sesuatu hal yang logis ketika berasumsi bahwa ada kehidupan lain selain di bumi. Sebab, unsur-unsur yang dibutuhkan bagi kehidupan terdistribusi secara luas di alam semesta.
     Selain itu, sistem tata surya yang mirip dengan tata surya kita juga dijumpai di luar angkasa. “Jadi setidaknya, ada kemungkinan bahwa ada kehidupan lain di sana,” kata Jill Tarter, Director of Center for SETI Research di California.


1. Bagaimana alam semesta tercipta?
     Teori tentang dentuman besar yang mengawali keberadaan alam semesta sejak 13,7 miliar tahun lalu dipandang sebagai teori yang masuk akal, walaupun belum bisa langsung diuji.
     Pada teori ini, segala sesuatu dimulai dengan luar angkasa yang berukuran kecil dan kemudian memuai dan berkembang menjadi besar. oleh karena proses inflasi (pemompaan). “Hingga kini kita belum mengetahui apa yang menyebabkan inflasi, atau bahkan apakah itu teori yang benar atau tidak,” kata Eric Agol, seorang pakar astrofisika dari University of Washington.

copy from here

Friday, December 17, 2010

NEW MISSION

i wanna post something useful for every human in this world
i wanna share every happiness that i got
i wanna make my world, here.
===============================================

Monday, December 6, 2010

Alasan mengapa malas di kost-an

aduhh, udah super lama gak tulis sesuatu, yauda deh, sebagai bahan yang gak penting, mending gw tulis "kenapa gw ngekos tapi jarang di kost-an?"

1. gw ngekos supaya bisa kuliah lebih bener bukan main main
2. gw lagi banyak tugas yang harus di kerjakan di rumah jadi agaknya sibuk pulang pergi
3. gw di anggap seperti sampah yang kalo ngomong juga gak di dengar, kalo melakukan sesuatu gak di anggap
4. gw seperti berada di kasta yang berbeda, susah berkomunikasi dan bercanda
5. setiap gw datang, nyaris selalu gak ada orang di kost (teman semua pergi)

itu beberapa alibi kenapa gw jarang di kost. kalo lu?

Tuesday, November 16, 2010

16 November 2010 and everybody forgot me

yeah, i am writing this post on 17 November 2010. A simple story about my birthday yesterday. I do not show my date of birth in facebook and simply no-one in my class (5th semester), remember about it. i don't know what must i feel. LOL. Yes I feel alone, but in the other side, i feel so grateful because i know the fact, who cares about me and who don't.

anyway, i got two birthday cakes yesterday. from my fellas and from another friend. it was very enough. i got plenty of money from my mom as my birthday present. I just want to thank everyone who remember my born day.  I wish everybody happiness and healthiness as always and hope that luck always come along us

Friday, November 12, 2010

pikirkan hidup sendiri sudah susah, bagaimana jika orang minta bantuan?

well, my friends and i will have exam on next 15 until 26. gw lebih memilih tinggal di rumah daripada di kos, dengan banyak pertimbangan yang harus gw pikirkan sebelumnya. sebenernya gw agak kesusahan sama kehidupan gw saat ini, tapi gw tetep take it easy and feel free aja. tapi kendalanya adalah ketika beban yang gw bawa belum selesai, ada yang meminta bantuan gw. what must i do?

emang prinsip gw "hidup gw, gw baktikan untuk menolong orang", cuma saja gw harus menolong diri sendiri dulu baru bisa menolong orang. for example, kalo ada gw gak bisa berenang, bagaimana gw hendak menolong orang yang tenggelam. maka dari itu, gw lebih memilih menolong diri gw sendiri dahulu baru menolong orang lain.

apakah ini salah? ya, pandangan orang berbeda beda, gak mungkin seluruh umat di atas bumi ini hanya memiliki satu pandangan. jadi, pandangan yang mana yang benar? di dunia ini gak ada yang mutlak benar dan salah. kalau anda menyakini jawaban anda benar, maka benarlah itu untuk diri anda. dan sebaliknya, jika anda menganggap itu salah, maka itu akan salah.

yang gw ingin sampaikan disini sebenarnya adalah maaf teman, terkadang saya meninggalkan kalian bukan untuk let you down, tapi gw ingin kalian get up and grow up.

Tuesday, November 9, 2010

Pengujian Kesabaran di Kos U21

     Tanggal 09 november 2010 kemarin, gw harus bangun pagi untuk buat tugas TBA (teori bahasa automata) di Binus Square. Lumayan menyenangkan sih, apalagi gw berasa jadi lebih dekat dengan Yonas Martinus a.k.a. Jian Xiang dan Daniel Saputra Sughiarto a.k.a. Wen Ming. Disana kami main sepak bola (mainan gak jelas), makan lalu masuk kamar mereka :D

     Setelah itu kami langsung kembali ke daerah syahdan, dan melanjutkan kuliah dari jam 3 sore hingga 7 malam. hari ini Erica main ke kamar hingga malam, jadual tidur jadi ngundur tetapi gak apa deh. ketika jam 00.32 tanggal 10 november 2010 gw di kasih brownies dan setelah gw makan, gw baru menyadari bahwa brownies itu telah expired tanggal 09 november 2010.

     Sebelum tidur gw menulis semua ini. dan kesabaran gw di uji di sini. di kos u21 lebih tepatnya. ada beberapa mahasiswa yang gak pernah bisa di tebak (dan gw gak berniat menebaknya) menantang gw untuk membuat suatu karya yang sesungguhnya tidak terlalu sulit untuk di buat. beralibi tidak bisa mengartikan kalimat yang mereka ucapkan, tetapi telinga tetap mendengar dan otak tetap mentranslatenya untuk diri gw secara spontan. gw cuma bisa kesal dan tetap berusaha bersikap biasa.

     Semoga di penghujung umur ke 20 gw ini, gw akan tetap sabar menghadapi keadaan ini. makin minim komunikasi makin dikit juga penyiksaan batin yang di dapat :)